Kyai Hayyun merupakan putera dari pasangan Kyai Mohammad Rofi’i dan Nyai Mar’ati. Beliau dilahirkan pada tahun 1920 di Desa Jiken Kecamatan Jiken Kabupaten Blora. Setelah menyelesaikan pendidikan setara SD pada masa penjajahan Belanda, Kyai Hayyun melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren antara lain di pondok pesantren yang diasuh Kyai Muhammadun Kajen Pati dan pondok pesantren yang diasuh Kyai Utsman Cepu, Blora.
Kyai Hayyun kemudian menikah dengan ibu Rif (berasal dari Kunduran), namun dari pernikahan ini tidak dikaruniai keturunan. Kemudian Kyai Hayyun menikah untuk kali kedua dengan Nyai Dzomroh (berasal dari Menduran Purwodadi) dan dikaruniai seorang puteri bernama Siti Chusyainiyyah. Setelah Nyai Dzomroh meninggal dunia, Kyai Hayyun kemudian menikah dengan Nyai Kartinah, salah seorang puteri dari juru kunci makam Kyai Ageng Selo saat itu. Dari pernikahan kedua ini, pasangan Kyai Hayyun dan Nyai Kartinah dikaruniai tujuh orang putera-puteri, yaitu: Siti Muntamah, Siti Marfu'ah, Siti Wakhidah, Siti Mahmudah, Muhammadun, Siti Mukarromah, dan Nur Hamid.
Kyai Hayyun tidak menetap di Selo dalam waktu yang lama, karena tugas beliau sebagai pegawai di Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama)?), sehingga beliau beberapa kali berpindah tempat tinggal menyesuaikan penugasan yang diberikan pemerintah kepada beliau. Beliau pernah menjabat sebagai guru agama di Kecamatan Kedungjati Grobogan, menjadi penghulu (naib) di Kecamatan Japah Blora dan di Kecamatan Kunduran Blora, sehingga alamat beliau yang terakhir berada di Kecamatan Kunduran Blora.
Selama tinggal di Desa Selo, Kyai Hayyun ikut serta baik sebagai guru maupun pengelola lembaga pendidikan Salafiyatul Huda. Bahkan beliau salah satu di antara lima orang yang diberi amanat untuk melanjutkan pengelolaan Salafiyatul Huda oleh Kyai Hasyim. Kyai Hayyun bersama empat orang kyai lainnya inilah yang kemudian bermusyawarah dan memutuskan untuk mengganti nama Salafiyatul Huda menjadi Sunniyyah yang merupakan cikal bakal Yayasan Sunniyyah Selo.
Kyai Hayyun dikenal oleh masyarakat sebagai seorang pribadi yang jujur dan sederhana.
Kyai Hayyun meninggal pada tahun 1983 dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar