Jumat, 16 Desember 2022

KYAI IBRAHIM

 Kyai Ibrahim merupakan salah satu pengurus dan donatur bagi madrasah Salafiyatul Huda. Madrasah yang kemudian berganti nama menjadi madrasah Sunniyyah pada tahun 1946. Inilah kemudian yang menjadi cikal bakal Yayasan Sunniyyah Selo. 

Kyai Ibrahim dilahirkan di Karangpahing Penawangan Grobogan, Beliau dan keluarga 'berhijrah' ke wilayah desa Selo ketika VOC mulai menguasai desa Karangpahing, demi menghindari kekacauan akibat monopoli perdagangan hasil bumi di wilayah Karangpahing Penawangan.

Kyai Ibrahim merupakan seorang pedagang yang cukup sukses. Pada awalnya beliau tinggal di dusun Sobo, kemudian membeli tanah di sekitar masjid Kyai Ageng Selo dan berpindah ke dekat masjid karena beliau merasa cukup jauh ketika hendak berangkat ke masjid. 

Seiring dengan perpindahan tempat tinggal beliau, aktifitas beliau dalam pengelolaan madrasah juga semakin meningkat. Bersama dengan tokoh lain seperti Kyai Sholeh, kyai Hasyim dan lainnya mengelolaan madrasah menjadi semakin baik.

Hingga meninggal beliau tetap berjuang dalam pengelolaan madrasah dan berperan sebagai donatur bagi operasional madrasah. Setelah beliau meninggal peran beliau sebagai pengurus madrasah dilanjutkan oleh salah satu putera beliau yang memjadi bendahara madrasah, yaitu KH. Abdul Ghofur pada sekitar akhir tahun 1940-an hingga 1950-an. Kyai Ibrahim dimakamkan di Makam Utara Masjid Kyai Ageng Selo, berdampingan dengan makam putera beliau KH. Abdul Ghofur. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KYAI IBRAHIM

 Kyai Ibrahim merupakan salah satu pengurus dan donatur bagi madrasah Salafiyatul Huda. Madrasah yang kemudian berganti nama menjadi madrasa...