SEJARAH MADRASAH SUNNIYYAH SELO
A.
Selayang Pandang
Selo adalah sebuah desa yang tidak asing lagi bagi
masyarakat Purwodadi dan sekitarnya, bahkan sampai Kraton Surakarta
Hadiningrat, karena terkenal dengan tokoh legendanya yaitu “Ki Ageng
Abdurrohman Selo” si penangkap petir. Dan terkenal pula sebagai daerah tempat
penyebaran ilmu agama Islam yang dipelopori oleh Hadrotus Syekh Nasuha bin KH
Syihabudin sekitar tahun 1934 M. Beliau aktif dalam memberikan pendidikan dan
pengajaran kepada santri-santrinya yang berasal dari desa Selo dan sekitarnya.
Sebagai pembantu sekaligus penerusnya adalah K. Abdullah Tawab ( putra beliau
sendiri) dan K. Abdullah Sajad (santri beliau). Dalam memberikan pendidikan dan
pengajaran beliau tidak menggunakan sistem klassikal melainkan sitem sorogan
dan setoran. Hal itu dilakukan karena masih kuatnya ide anti penjajah Belanda
yang nota benenya adalah orang non muslim alias kafir.
Setelah tambah bulan tambah tahun dan setelah
pulangnya K. Hasyim dari belajar di pondok KH Hasyim Asy’ari Tebu Ireng
Jombang, agar lebih meningkatkan pendidikan dan pengajaran dan untuk lebih
menarik dan menyerap anak didik lebih banyak lagi dan agar lebih effisien dan
effektif. Beliau K. Hasyim dengan dibantu oleh adik beliau K. M. Mahsun dan
K.M. Tamyiz mengadakan perubahan sistem pendidikan dari sistem sorogan menjadi
sistem klassikal (Tahun 1935). Madrasah ini oleh beliau diberi nama Madrasah
Diniyyah “Salafiyatul Huda” tafa’ul atau ngalap berkah dengan madrasah KH
Hasyim Asy’ari Tebu Ireng. Semula madrasah Salafiyatul Huda ini bertempat di
Musholla Simbah Nyai Naibah. Karena makin hari makin tambah banyak muridnya dan
musholla tidak mampu menampungnya maka pinjam tempat di rumah-rumah masyarakat
sekitar.
Sepeninggal K Hasyim tahun 1946 para pembantunya dan tokoh-tokoh mayarakat
diantaranya K. M. Mahsun, K. A. Masroeri,
K. Muhammad Nur Chamid, K. Hayyun, k Cholil sepakat meneruskan dan mempertahankan
madrasah namun mengganti nama madrasah
salafiyatul Huda dengan Madrasah Diniyyah Sunniyyah.
Setelah berjalan 10 tahun banyak anak-anak tamatan SD
dan madrasah diniyyah yang tidak dapat melanjutkan ke daerah lain oleh Bpk. K.
M. Cholil Toyyib pada tahun 1956 dibukalah Madrasah Tsanawiyah dan ternyata disambut positif oleh masyarakat,
sehingga anak-anak yang belum tamat madrasah dinniyyah pun ingin masuk ke madrasah
Tsanawiyyah tetapi oleh K.M. Cholil Tayyib dirasa belum mampu menerima
pelajaran Madrasah Tsanawiyyah, maka dibuatlah madrasah persiapan ( yang setara
dengan tamatan madrasah dinniyyah 6 tahun). Kemudian semakin berkembang bahkan
anak putripun ada yang ikut masuk dalam madrasah ini, untuk menghindari hal-hal
yang tidak diinginkan maka diadakan pemisahan antara pria dan wanita dengan
membuka madrasah tsanawiyah untuk puteri yang diberi nama madrasah muallimat
Sunniyyah
Pada tahun 1958/1959 Kyai Moh Rodli Sholeh merintis
Madrasah Wajib Belajar (MWB) yaitu madrasah untuk tingkat dasar yang menampung
pendidikan bagi anak-anak usia sekitar 7 – 12 tahun. Kemudian pada tahun 1961
MWB ini berganti nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah ( MI)
Pada tahun 1967 madrasah Muallimat/PGA Puteri dikepalai
oleh Drs. A. Ghozalie Masroeri ini dikembalikan pengelolaannya kepada pengurus diganti
namanya menjadi Madrasah Tsanawiyyah Puteri
Sunniyyah sampai sekarang.
Madrasah Tsanawiyah yang pada mulanya melalui
persiapan Tsanawiyah 3 tahun dan Madrasah Tsanawiyah 3 tahun akhirnya dirubah
menjadi Madrasah Tsanawiyah 6 Tahun.
Namun dalam perkembangannya dirasa mata pelajaran yang diajarkan belum
mengakomodasi mata pelajaran untuk tingkat aliyah maka pada tahun 1968 Madrasah
Tsanawiyah 6 Tahun ini dibagi menjadi MTs dan MA, siswa kelas I – III berubah
menjadi MTs yang dikepalai oleh K. S. Ali Muhtadin. Dan siswa kelas IV – VI
berubah menjadi MA yang dikepalai oleh KH. Umar Ali Mahsun.
Perjalanan pemisahan dari MTs ke MA membutuhkan
penanganan yang serius sebab harus menyesuaikan struktur program, kurikulum dan
administrasi berdasar Kepres No 34 Tahun
1972 yang diperkuat oleh Inpres No 15 Tahun 1974 serta SKB 3 Menteri (Surat
Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri
Dalam Negeri) tentang Kesamaan Madrasah yang dikelola Departemen Agama dan Sekolah
yang dikelola Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada tahun 1975 pengurus madrasah sunniyyah yang
diketuai Kyai Achmad Masroeri mendirikan Roudlotul Athfal (RA) Sunniyyah , RA
ini dikepalai oleh Siti Chotibah.
Kemudian untuk manaungi legalitas hukum
madrasah-madrasah tersebut maka pengurus memutuskan untuk membuat yayasan. Kyai
Achmad Masroeri mengutus dan menugaskan Kyai Drs Ahmad Ghazalie Masroeri untuk mengurus
pendirian Yayasan Sunniyyah. Pada tanggal 17 Romadlon 1407 H / 16 Mei 1987 M
Akte Yayasan Sunniyyah disahkan dihadapan notaris Suyanto, SH di Semarang dengan susunan dewan pendiri
terdiri dari:
1.
Kyai Acmad Masroeri ( Ketua merangkap
anggota)
2.
Kyai Muhammad Rodli Sholeh (Wakil
Ketua merangkap anggota)
3.
Kyai Drs. Ahmad Ghazalie Masroeri
(Sekretaris merangkap anggota)
4.
Kyai Umar Ali Machsun ( Wakil
sekretaris merangkap anggota)
5.
Kyai Imron Hasani Cholil (Anggota)
6.
Siti Pratini Muhammad Nurchamid
(Anggota)
Badan
hukum Yayasan Sunniyyah tersebut berdasarkan Akte Notaris Sujanto, SH. No. 3
Tahun 1987, kemudian pada tanggal 21
Oktober 1987 didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Purwodadi No. 10
Tahun 1987, dan masuk Berita Negara
Republik Indonesia No. 10 Tgl. 2
Februari 1988 dan Tambahan lembaran Negara no. 6 Tahun 1988.
Pada
tahun 1988 Majelis Pengurus Yayasan Sunniyyah yang diketuai H. Subari Abdul
Lathief mendirikan Madrasah Tsanawiyah Diniyah 3 Tahun untuk menampung
banyaknya lulusan dari madrasah diniyyah. MTs Diniyyah ini pertama kali
dikepalai oleh KH. Umar Ali Mahsun. Dan pada tahun 1995 didirikanlah Madrasah
Aliyah Diniyyah 3 Tahun sebagai kelanjutan dari MTs Diniyyah yang dikepalai
oleh KH. Imron Hasani Cholil .
Dengan
adanya Undang Undang nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan dan Undang Undang
nomor 28 tahun 2004 tentang perubahan atas
Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 maka badan hukum yayasan sunniyyah
harus menyesuaikan dengan undang-undang terbaru tersebut. Oleh karena itu pada
tanggal 16 Februari 2016 dihadapan notaris Dewi Kusumawati, SH di Jakarta
diadakan perubahan anggaran dasar Yayasan Sunniyyah , pembaharuan legalitas
Yayasan dan perubahan personalia yayasan yang terdiri dari:
Susunan
Pembina:
1.
Drs KH. Ahmad Ghazalie Masroeri (Ketua)
2.
Drs KH.Ahmad Buchori Masroeri ( Anggota)
3.
KH Umar Ali Machsun ( Anggota)
4.
KH. Imron Hasani ( Anggota)
5.
KH. Noor Fuad Rodhi (Anggota)
Susunan Pengurus:
1.
Drs, KH Ahmad Niam Syukri Masroeri(
Ketua )
2.
Asyhuri Sumadi, S.Pd.I (Wakil Ketua)
3.
Bina Anshori, M.S.I (Wakil Ketua)
4.
Iwan Fuadi, S,HI (Sekretaris)
5.
Tholhah Ahmad, S.SI (Wakil sekretaris)
6.
Miftahul Huda, S.Pd.I (Bendahara)
7.
Muhammad Mufit, S.Pd.I (Wakil Bend)
8.
Hj Sihah Aidah (Anggota)
9.
Mohamad Ali Haidar, M.Si (Anggota)
10. Dra
Roehanah Cholil (Anggota)
11. Abdul
Wahid Mansur (Anggota)
Susunan Pengawas:
1.
Muslih Sumadi, S.Ag (Ketua)
2.
Drs. Suhadi (Anggota)
3.
Muhammad Ali, S.PdI ( Anggota)
Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Sunniyyah Selo
tersebut tercatat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat “Yayasan Sunniyyah”
pada Notoris Dewi Kusumawati, SH. Nomor 50 tahun 2016 tanggal 16 Februari 2016
dan telah diterima dan dicatat di dalam sistem Administrsi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Nomor AHU-0009610.AH.01.12. Tahun 2016 Tanggal 18
Februari 2016.
B.
Perkembangan Kepala Lembaga
1.
Madrasah Diniyyah (MADIN)
a.
K. Muslih Juremi (
b.
K. Maknun Ali (
c.
Akhsanul Akhlaq ( 2009 – 2013 )
d.
K. Maknun Ali ( 2013 - ........
)
2.
Madrsah Tsanawiyah Putera (MTs Pa)
a.
S. Ali Muhtadin ( 1968 – 2003 )
b.
Hasan (
2003 – 2009 )
c.
Miftahul Huda, S.PdI ( 2009 – 2013 )
d.
Choirul Anam, S.Ag ( 2013 – 2017 )
e.
Tholhah Ahmad, S.Sos.I ( 2017 - ......
)
3.
Madrasah Tsanawiyah Puteri (MTs Pi)
a.
Drs. A. Ghazalie Masroeri
b.
Aisyah
c.
Ismiyatun
d.
Asyhuri Sm. S.Pd.I
e.
Sokhibul Achyar, S.Ag ( 2016 - .........)
4.
Madrasah Aliyah (MA)
a.
KH. Umar Ali machsun ( 1968 – 1999 )
b.
Muslih Sumadi, S.Ag ( 1999 – 2009 )
c.
Moh Nur Cholis, S.Pd ( 2009 – 2017 )
d.
Bina Anshori, M.S.I ( 2017 - )
5.
Madrasah Ibtidaiyyah (MI)
a.
Soekarman
b.
Subari Abdul Lathief
c.
Karjuni
d.
Ismiyatun
e.
Maspuri
f.
S. Murtadli
g.
Paidi
h.
Supiyatun
6.
Roudlotul Athfal (RA)
a.
Siti Chotibah ( 1975 – 2013 )
b.
Siti Istiqomah, S.Pd ( 2013 – 2017 )
c.
Nanik Haryati Ningsih, Amd ( 2017 - )
7.
Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Diniyah
(MTs dan MA Diniyyah)
a.
KH Umar Ali Machsun ( 1988 – 1990 )
b.
KH. Imron Hasani Cholil ( 1990 – 2002 )
c.
KH. Ulin Nuha ( 2002 -
d.
Khumaidi (
C.
Perkembangan Pengurus
Yayasan
1. Masa Bakti 1979 -1981
Ketua
I : K. Ahmad Masroeri
Ketua
II : K. Cholil
Ketua
III : Subari
Sekretaris
I : Asyhuri
Sekretaris
I : Djaelani
Pembantu
Umum :
Djupri Toyyib
: H. Nur Hamid
: Umar Ali Mahsun
: Murtadli
Bagian
Keuangan : Daerobi Mansur
: Ali Muhtadin
: Muslih Juremi
Bagian Pembangunan : Moh Hasan
:
Sukardi
:
Masturi
:
Moh Ali
:
Ahmadi Midchol
2. Masa Bakti 1981 -1983
Ketua
Umum : K. Ahmad Masroeri
Ketua
I : Subari
Ketua
II : Umar Ali Mahsun
Sekretaris
I : Asyhuri
Sekretaris
II : Ulin
Nuha
Pembantu
Umum : Moh Djupri
Toyyib
:
Murtadli
:
Ali Muhtadin
Bagian
Keuangan : Muslih
Juremi
: Ali Muhtadin
: Moh Daerobi
Bagian Pembangunan : Moh Hasan
:
Moh Ali
:
Ahmadi
Bagian Humas : Sukardi
:
Masturi
:
Djaelani
3. Masa Bakti 1983 -1985
Ketua
Umum : K. Ahmad Masroeri
Ketua
I : Subari
Ketua
II : Umar Ali
Mahsun
Sekretaris
I : Asyhuri
Sekretaris
II : Moh
Ulin Nuha
Pembantu
Umum : Moh Djupri
Toyyib
:
Murtadli
: Muslih Sumadi
:
Daelani
Bagian
Keuangan : Muslih
Juremi
: S.Ali Muhtadin
Bagian Pembangunan : Moh Hasan
:
Moh Ali
:
Sukardi
Bagian Humas : Masturi
:
Moh Daerobi
:
Abd Rohim
:
Sukardi
:
Ali Mawardi
4. Masa Bakti 1985 -1987
Ketua
I : K. Ahmad Masroeri
Ketua
II : Subari
Ketua
III : Umar Ali
Mahsun
Sekretaris
I : Asyhuri
Sekretaris
II :
Djaelani
Pembantu
Umum : Murtadli
:
Sukardi
:
Muslih Sumadi
:
Masyhadi
Bagian
Keuangan : Muslih
Juremi
: S.Ali Muhtadin
Bagian Pembangunan : Moh Hasan
:
Moh Ali
:
Syuja’in
Bagian Humas : Masturi
:
Ahmadi Midhol
:
Ali Mawardi
:
Moh Ulin Nuha
5. Masa Bakti 1987 – 1989 (rapat kombinasi 28 Juni 1987)
Ketua
I : K. Ahmad
Masroeri
Ketua
II : H. Abd Latif
Ketua
III : K. Umar Ali
Mahsun
Sekretaris
I : Asyhuri
Sekretaris
II :
Djaelani
Pembantu
Umum : Sukardi
:
Moh Daerobi
:
Murtadli
: Muslih Sumadi
:
Masyhadi
Bagian
Keuangan : Muslih
Juremi
: S.Ali Muhtadin
Bagian Pembangunan : Moh Ali Mursyad
: Moh Hasan
:
Moh Ali
:
Syuja’in
Bagian Humas : Masturi
:
Ahmadi Midhol
:
Abd Rohim
6. Masa Bakti 1989 - 2008
Ketua
: Drs. KH Ahmad Gazhalie
Masroeri
Wakil
Ketua : H.S Abdul Latif
Sekretaris : Drs. Ahmad Niam Syukri
: Djaelani
Bendahara : Muslih Juremi
: Ali Muhtadin
Anggota : Moh Hasan
: Moh Ali
: Abdur Rohim
7.
Masa Bakti 2008 – 2011 (Keputusan Dewan Pendiri Yayasan Sunniyyah Selo Nomor :
Kep-1/DP/Yas/VI/2008)
Ketua
: Drs. KH Ahmad Buchori
Masroeri
Wakil
Ketua : Muslih Sumadi,
S.Pd.I
Wakil
Ketua : Drs Suhadi
Sekretaris : Bina Anshori, S.Ag
: Fatchur Rochim, S.Pd
Bendahara : Miftahul Huda, S.Pd.I
: Arif Mustofa Hilmi,
S.Pd
Anggota : Kustomo, B.Sc
: Ali Mahmudi, S.Pd.I
8. Masa Bakti 2013 – 2016 (Kep-1/DP/YSS/IX/2013)
Ketua
: Drs. KH Ahmad Buchori
Masroeri
Wakil
Ketua : Muslih Sumadi,
S.Pd.I
: Drs. H. Ahmad Niam
Syukri M. M.Si
: Drs Suhadi
Sekretaris : Bina Anshori, S.Ag
: Iwan Fuadi, S.HI
Bendahara : Miftahul Huda, S.Pd.I
: H. Sya’roni
Anggota : Hj. Sihah Aidah Masroeri
: Muhammad Ali
: Ali Mahmudi, S.Ag. M.Pd.I
: Dra. Raehanah
: Moh Ulin Nuha
9. Masa Bakti 2015 – 2020 (Kep-2/DP-Pem/Yas/IX/2015)
Ketua
: Drs. KH Ahmad Niam Syukri
Masroeri, M.Si
Wakil
Ketua : Asyhuri, Sumadi,
S.Pd.I
: Bina Anshori, M.SI
Sekretaris : Iwan Fuadi, S.HI
: Tholhah Ahmad, S.Sos.I
Bendahara : Miftahul Huda, S.Pd.I
: Muhammad Mufit, S.Pd.I
Anggota : Hj. Sihah Aidah Masroeri
: Muhamad Ali Haidar,
M.Si
:
Dra. Raehanah
: Abdul Wahid Mansur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar